PREDIKSI PERGERAKAN SAHAM
A. Indikator yang digunakan:
a). RSI (Relative Strenght Index)
b). William
c). Percentage
(%W)
d). Stochastic
Oscilator
B. Technical Analysis : Support Resistance
Referensi
Harga Support Resistance diambil dari Link berikut :
Misalkan Harga
Index
Hang seng tgl. 05.08.2009 AD Closed kemarin
Transaksi ‘Month trade’ or “Long Term”, pertimbangan BUY atau SELL
High
|
Low
|
Close
|
21.210
|
20.676
|
20.745
|
Resistance 3
|
20.000
|
Resistance 2
|
20.340
|
Resistance 1
|
20.540
|
Pivot Point
|
|
Support 1
|
21.080
|
Support 2
|
21.410
|
Support 3
|
21.600
|
Keterangan:
Dari perhitungan Data PIVOT diatas diperoleh bahwa jika hari
ini harga 21.080 (Support 1) tertembus berarti harga akan test ke 21.410
(Support 2) pada hari ini.
Kronologis harga pergerakan : Harga kronologis pada bulan
Maret dan Juli 2009 Level Hang Seng ada di kisaran 21.900 (terjadi gap).
Artinya 21.900 adalah level resistance berikutnya jika harga pergerakan 21.410
(Support 2) tertembus.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa major
resistance dianggap sangat kuat. Jika terjadi breakout lagi trendline
tersebut, proyeksi uptrend masih sangat terbuka ke level
21.900. Lapis resisten di 21.080 dan 21.410 tetap berlaku selama tidak terjadi
koreksi hingga melewati ambang bawah di 20.300 atau bahkan psikologis
20.000, setidaknya dalam pekan ini, karena kedua support tersebut menjadi
toleransi pelemahannya yang diperkirakan dalam 2 hari terakhir.
Maka:
Transaksi Long Term untuk BUY ada, pada kisaran level 20.000. (dalam minggu ini).
Misalkan Harga
Index
Hang seng tgl. 05.08.2009 AD Closed kemarin
Transaksi ‘Day trade’ pertimbangan BUY atau SELL
A. Metoda Pivot:
Harga =
High + Low + Closed : 3
Jika Harga Open
pagi ‘lebih besar’ dari Harga Pivot, maka lakukanlah : SELL
Jika Harga Open
pagi ‘lebih kecil’ dari Harga Pivot, maka lakukanlah : BUY
Data
pergerakan Hang Seng Closed kemarin :
Open
: 20.676
High : 21.210
Low : 20.676
Closed : 20.745
21210 + 20676 +
20745 = 62631
= 62631 : 3
Harga Pivot
= 20.877
20.877 > 20.676 = BUY = Membeli
______
******
Harga Open pagi ‘lebih kecil’ dari Harga Pivot = Buy = Membeli
Harga Open pagi ‘lebih besar’ dari Harga Pivot = Sell = Menjual
B. Metoda “Moving Average”
Dari CHART PERGERAKAN
HANG SENG → Tgl. 5 → JAM 8.45 s/d 11.30
WIB.
diatas terlihat saat
MVA skala 5 menit,
kecenderungan pergerakan adalah Trend Naik.
Berikut ini beberapa pertimbangan untuk melakukan
transaksi secara short term (modal Rp. 100 juta)
Karakter Hang Seng :
Fluktuasi harian 500 sampai 700 poin.
Karakter Nikkei : Fluktuasi harian 100 sampai 300 poin.
Karakter Nikkei : Fluktuasi harian 100 sampai 300 poin.
Pergerakan naik dan turun selalu
mengacu pada pergerakan moving average. Yang perlu dikuasai dalam hal ini
adalah kecermatan anda melihat jarak harga running dan moving
average dan kecenderungan trend.
Jika bergerak sideways
/ datar / konsolidasi / harga bergerak bolak balik maka peluang profit bisa
diambil dengan mengambil buy saat harga dibawah dan sell saat harga tinggi (harga
bawah dan atas adalah harga yang tetap di kisaran yang sama saat konsolidasi).
Jika harga bergerak trend naik
atau kontinue naik yang perlu dilakukan adalah melakukan aksi buy
secara berurutan dengan beda jarak buy 1 (bawah ) dan buy 2 (atas)
sebesar 30 point.
Tidak lebih dari itu. Jika harga buy
1 sudah profit misal Rp 1,8 juta maka buy 1 bisa di liquid. otomatis posisi di market
open 1 lot yaitu buy 2. Jika posisi buy 2 masih bergerak naik dan profit, maka bisa mengambil
kembali buy baru sekitar 30 point dari posisi buy 2. katakanlah buy 3. Artinya posisi buy 2 nya bisa di liquid saat profit katakalah 2 juta.
Jika harga buy 3 ternyata belum profit dan harga berbalik turun, maka
saat harga turun 30 - 50 maka bisa ambil posisi sell 1. Artinya posisi sekarang adalah locking posisi buy 3 dan sell 1. Langkah
selanjutnya adalah menjaga agar jarak antara buy dan sell selalu
100 point. Ini saya sebut sebagai me manage equity atau menjaga
resiko transaksi tetap 100 point. 100 point inilah yang harus tetap
dipertahankan. Strategi kapan ambil posisi baru (buy atau sell ) atau
kapan melepas posisi harus dengan pertimbangan 100 point jarak buy dan sell nya dan
menguasai pembacaan ke harga berapa level akan bergerak.
Artinya saat
level posisi berada di bawah moving maka setting posisi adalah :
Buy di harga bawah Sell di harga terdekat Moving Average
dengan catatan posisi Buy Sell sebesar 100 poin.
Strategi: :
Usahakan Selalu menjaga jarak Sell Buy sebesar 100 point (maksimum) Atau jika harga naik dan turun posisi Buy dan Sell nya masih di kisaran harga Buy dan Sell.
Keberanian cutt loss untuk
menjaga agar equity yang di pasar sebesar 5-10 juta. Yang manakah
yang harus anda cut ?!:
Jika anda mempunyai 3 posisi,
yaitu 1 lot open posisi dan
1 locking maka untuk
mempertahankan equity saat equity
berkurang adalah dengan cut loss.
Menjaga posisi locking.
yaitu dengan ambil posisi baru dengan
memanfaatkan arah naik dan
turun. Ini untuk antisipasi posisi
locking yang melebar. jika 150
point buy sell nya berarti anda
punya peluang 75 point di titik
tengah nya untuk ambil
posisi baru.
Indikator Pembantu membaca pergerakan naik atau turun.
( Pengaruh RSI , %R William, dan Money Flow Index ).
Indikator RSI sangat tepat dipakai untuk membaca market
overbought (jenuh
beli) dan oversold (jenuh jual).
Jika
RSI sudah 70 dengan harga %R di area -20 maka
RSI sudah 70 dengan harga %R di area -20 maka
kemungkinan harga
akan berbalik turun.
Sebaliknya :
Jika RSI sudah 30 dengan harga %R di area -80 maka
kemungkinan
harga akan berbalik naik.
Jika RSI sudah 30 namun harga %R diarea -60 maka
kemungkinan harga akan terus turun sampai
harga %R
William bergerak ke area -80 atau -100
Bacaan NC
Atauz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar