pengunjung

free counters

Jumat, 25 Oktober 2013

Prediksi Saham (Common's sesion)





PREDIKSI PERGERAKAN SAHAM





A. Indikator yang digunakan:

                  a). RSI
(Relative Strenght Index)
                  b). William
                  c). Percentage (%W)
                  d). Stochastic Oscilator


B. Technical Analysis :  Support Resistance

 Referensi Harga Support Resistance diambil dari Link berikut :









Misalkan Harga
Index
Hang seng tgl. 05.08.2009 AD Closed kemarin


Transaksi Month trade or “Long Term”, pertimbangan BUY atau SELL


High
Low
Close
21.210
20.676
20.745



Resistance 3
20.000
Resistance 2
20.340
Resistance 1
20.540
Pivot Point

Support 1
21.080
Support 2
21.410
Support 3
21.600



Keterangan:

Dari perhitungan Data PIVOT diatas diperoleh bahwa jika hari ini harga 21.080 (Support 1) tertembus berarti harga akan test ke 21.410 (Support 2) pada hari ini.
Kronologis harga pergerakan : Harga kronologis pada bulan Maret dan Juli 2009 Level Hang Seng ada di kisaran 21.900 (terjadi gap). Artinya 21.900 adalah level resistance berikutnya jika harga pergerakan 21.410 (Support 2) tertembus.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa major resistance dianggap sangat kuat. Jika terjadi breakout lagi trendline tersebut, proyeksi uptrend masih sangat terbuka ke level 21.900. Lapis resisten di 21.080 dan 21.410 tetap berlaku selama tidak terjadi koreksi hingga melewati ambang bawah di 20.300 atau bahkan psikologis 20.000, setidaknya dalam pekan ini, karena kedua support tersebut menjadi toleransi pelemahannya yang diperkirakan dalam 2 hari terakhir.

Maka:

Transaksi Long Term untuk BUY ada, pada kisaran level 20.000. (dalam minggu ini).







Misalkan Harga
Index
Hang seng tgl. 05.08.2009 AD Closed kemarin


Transaksi ‘Day trade pertimbangan BUY atau SELL


A. Metoda Pivot:

                          Harga =

                                          High + Low + Closed : 3



Jika Harga Open pagi ‘lebih besar’ dari Harga Pivot, maka lakukanlah : SELL

Jika Harga Open pagi ‘lebih kecil’ dari Harga Pivot, maka lakukanlah : BUY




Data pergerakan Hang Seng Closed kemarin :

                    Open        : 20.676

                     High        : 21.210
                     Low         : 20.676
                     Closed    : 20.745


21210 + 20676 + 20745 = 62631

                                       = 62631 : 3

          Harga Pivot        = 20.877


  20.877 > 20.676  = BUY = Membeli


______
******


Harga Open pagi ‘lebih kecil’ dari Harga Pivot = Buy = Membeli

Harga Open pagi ‘lebih besar’ dari Harga Pivot = Sell = Menjual






B. Metoda “Moving Average”


      Dari CHART PERGERAKAN

      HANG SENG → Tgl. 5 → JAM 8.45 s/d 11.30 WIB.

                        diatas terlihat saat MVA skala 5 menit,
                        kecenderungan   pergerakan adalah Trend Naik.






      Berikut ini beberapa pertimbangan untuk melakukan transaksi secara short term (modal Rp. 100 juta)

                Karakter Hang Seng : Fluktuasi harian 500 sampai 700 poin.
                Karakter Nikkei        : Fluktuasi harian 100 sampai 300 poin.

          Pergerakan naik dan turun selalu mengacu pada pergerakan moving average. Yang perlu dikuasai dalam hal ini adalah kecermatan anda melihat jarak harga running dan moving average dan kecenderungan trend.
             Jika bergerak sideways / datar / konsolidasi / harga bergerak bolak balik maka peluang profit bisa diambil dengan mengambil buy saat harga dibawah dan sell saat harga tinggi (harga bawah dan atas adalah harga yang tetap di kisaran yang sama saat konsolidasi).
           Jika harga bergerak trend naik atau kontinue naik yang perlu dilakukan adalah melakukan aksi buy secara berurutan dengan beda jarak buy 1 (bawah ) dan buy 2 (atas) sebesar 30 point.
          Tidak lebih dari itu. Jika harga buy 1 sudah profit misal Rp 1,8 juta maka buy 1 bisa di liquid. otomatis posisi di market open 1 lot yaitu buy 2. Jika posisi buy 2 masih bergerak naik dan profit, maka bisa mengambil kembali buy baru sekitar 30 point dari posisi buy 2. katakanlah buy 3. Artinya posisi buy 2 nya bisa di liquid saat profit katakalah 2 juta.
           Jika harga buy 3 ternyata belum profit dan harga berbalik turun, maka saat harga turun 30 - 50 maka bisa ambil posisi sell 1. Artinya posisi sekarang adalah locking posisi buy 3 dan sell 1. Langkah selanjutnya adalah menjaga agar jarak antara buy dan sell selalu 100 point. Ini saya sebut sebagai me manage equity atau menjaga resiko transaksi tetap 100 point. 100 point inilah yang harus tetap dipertahankan. Strategi kapan ambil posisi baru (buy atau sell ) atau kapan melepas posisi harus dengan pertimbangan 100 point jarak buy dan sell nya dan menguasai pembacaan ke harga berapa level akan bergerak.


Artinya saat level posisi berada di bawah moving maka setting posisi adalah :
                     Buy di harga bawah Sell di harga terdekat Moving Average
                     dengan catatan posisi Buy Sell sebesar 100 poin.



Strategi: :
         Usahakan Selalu menjaga jarak
Sell Buy sebesar 100 point (maksimum) Atau jika harga naik dan turun posisi Buy dan Sell nya masih di kisaran harga Buy dan Sell.

           Keberanian cutt loss untuk menjaga agar equity yang di pasar sebesar 5-10 juta. Yang manakah yang harus anda cut ?!:
               Jika anda mempunyai 3 posisi, yaitu 1 lot open posisi dan
               1 locking maka untuk mempertahankan equity saat equity
               berkurang adalah dengan cut loss.

                Menjaga posisi locking. yaitu dengan ambil posisi baru dengan
                memanfaatkan arah naik dan turun. Ini untuk antisipasi posisi
                locking yang melebar. jika 150 point buy sell nya berarti anda
                punya peluang 75 point di titik tengah nya untuk ambil
                posisi baru.




Indikator Pembantu membaca pergerakan naik atau turun.
( Pengaruh RSI , %R William, dan Money Flow Index ).


             Indikator RSI sangat tepat dipakai untuk membaca market
              overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual).


                    Jika
                              RSI sudah 70 dengan harga %R di area
-20 maka
                              kemungkinan harga akan berbalik turun.

                    Sebaliknya :
                               Jika RSI sudah 30 dengan harga %R di area
-80 maka
                               kemungkinan harga akan berbalik naik.


                    Jika RSI sudah 30 namun harga %R diarea
-60 maka
                    kemungkinan harga akan terus turun sampai harga %R
                    William bergerak ke area -80 atau -100





Bacaan NC

Atauz










Tidak ada komentar:

Posting Komentar