pengunjung

free counters

Jumat, 03 Agustus 2012

Hexagram 47


Mic. Exel



Hexagram 47
(kùn)
K'un (47)
Age 47th of Ones











Advice of  Hexagram 47
kùn : 

Name                 :  (kùn) / Hexagram 47
Another Name  :  K'un (47)
Keywords          : Oppression (exhaustion), Confining,  Entangled
                                                               
                    a).  inner (lower) trigram is  ( kǎn) gorge = () water
                    b).  outer (upper) trigram is ( duì) open = () swamp



The lake is above, water below; the lake is empty, dried up.
Exhaustion is expressed in yet another way:
              a).  at the top, a dark line is holding down two light lines below,
              b).  a light line is hemmed in between two dark ones.

The upper trigram belongs to the principle of darkness,
the lower to the principle of light.

Thus everywhere superior men are oppressed and held in restraint by inferior men.

Summary:
        Remain optimistic in the face of adversity.

Line One of Your Hexagram is a 6:
        Mistakes in your approach may cause setbacks.

Line Two of Your Hexagram is a 9:
        Do not make impulsive decisions concerning important matters. Remain
        calm and think things through.

Line Three of Your Hexagram is a 6:
         Be discreet. Develop a plan for solving your problems alone.

Line Four of Your Hexagram is a 9:
        Be patient. In time assistance will come.

Line Five of Your Hexagram is a 9:
       You may lose ground. Do not act with malice. Accept your losses and move
       on to new things.

Line Six of Your Hexagram is a 6:
        Evaluate your next move. Do not repeat old mistakes. Move carefully and
        with optimism and results will be positive.





Nasehat dari  Hexagram 47
kùn : 


Nama           :  (kùn) / Hexagram 47
Nama Lain  :  K'un (47)
Kata kunci  :  Penindasan (kelelahan),  Terikat, Kusut
                       
                       
                      a). Trigram dalam :    ( kǎn) ngarai = () air
                      b). Trigram luar    :    ( duì) membuka = () rawa



Danau di bagian atas, air di bagian bawah; danau kosong, mengering.
Keletihan dinyatakan dalam cara lain:

                                          (1). Di atas, sebuah garis gelap menekan dua cahaya 
                                             di ngaris bawah,

                                       (2). Sebuah garis cahaya terjepit di antara dua yang
                                             gelap.

Pada bagian atas trigram memiliki prinsip kegelapan,
Pada bagian bawah memiliki prinsip cahaya.

Jadi dimanapun pria superior itu berada ia merasa tertindas dan di kekang oleh seorang laki-laki yang lebih rendah derajatnya.


Kesimpulan:
       
Tetap optimis dalam menghadapi kesulitan.

Garis pertama pada Heksagram adalah 6:
        
Kesalahan dalam pendekatan Anda dapat menyebabkan kemunduran.

Garis ke dua pada Heksagram adalah 9:
         Jangan membuat keputusan impulsif tentang hal-hal penting. Tetap tenang
         dan memikirkan semuanya.

Garis ke tiga pada Heksagram adalah 6:
         Jadilah bijaksana. Mengembangkan rencana untuk memecahkan masalah
         Anda sendiri.

Garis ke empat pada Heksagram adalah 9:
         Bersabar. Dan bantuan segera akan menjadi kenyataan.

Garis ke lima pada Heksagram adalah 9:
         Anda mungkin kehilangan tanah. Jangan bertindak dengan kedengkian.
         Menerima kerugian Anda dan beralih ke hal-hal baru.

Garis ke enam pada Heksagram adalah 6:
         Mengevaluasi langkah berikutnya. Jangan ulangi kesalahan lama. Gerakkan
         dengan hati-hati dan dengan optimisme dan hasilnya akan positif.






47. KUN :  / Oppression (exhaustion)

Name                 :  (kùn) / Hexagram 47
Another Name  :  K'un (47)
Keywords          : Oppression (exhaustion), Confining,  Entangled
                                                               
                    a).  inner (lower) trigram is  ( kǎn) gorge = () water
                    b).  outer (upper) trigram is ( duì) open = () swamp

The lake is above, water below; the lake is empty, dried up.
Exhaustion is expressed in yet another way:
              a).  at the top, a dark line is holding down two light lines below,
              b).  a light line is hemmed in between two dark ones.

The upper trigram belongs to the principle of darkness,
the lower to the principle of light.

Thus everywhere superior men are oppressed and held in restraint by inferior men.


The Judgement
                 OPPRESSION. Success. Perseverance.
                 The great man brings about good fortune.
                 No blame.
                 When one has something to say,
                 It is not believed.

The Image
               There is not water in the lake:
               The image of EXHAUSTION.
               Thus the superior man stakes his life
               On following his will.


The Lines

         Change at the beginning means:
               One sits oppressed under a bare tree
               And strays into a gloomy valley.
               For three years one sees nothing.


         Change in the second place means:
               One is oppressed while at meat and drink.
               The man with the scarlet knee bands is just coming.
               It furthers one to offer sacrifice.
               To set forth brings misfortune.
               No blame.

         Change in the third place means:
                A man permits himself to be oppressed by stone,
               And leans on thorns and thistles.
               He enters the house and does not see his wife.
               Misfortune.

         Change in the fourth place means:
               He comes very quietly, oppressed in a golden carriage.
               Humiliation, but the end is reached.


         Change in the fifth place means:
                His nose and feet are cut off.
               Oppression at the hands of the man with the purple knee bands.
               Joy comes softly.
               It furthers one to make offerings and libations.

         Change at the top means:
               He is oppressed by creeping vines.
               He moves uncertainly and says, "Movement brings remorse."
               If one feels remorse over this and makes a start,
               Good fortune comes.





47. KUN / Penindasan (kelelahan)

Nama           :  (kùn) / Hexagram 47
Nama Lain  :  K'un (47)
Kata kunci  :  Penindasan (kelelahan),  Terikat, Kusut
                       
                       
                      a). Trigram dalam :    ( kǎn) ngarai = () air
                      b). Trigram luar    :    ( duì) membuka = () rawa


Danau di bagian atas, air di bagian bawah; danau kosong, mengering.
Keletihan dinyatakan dalam cara lain:
                                          (1). Di atas, sebuah garis gelap menekan dua cahaya 
                                                di ngaris bawah,
                                          (2). Sebuah garis cahaya terjepit di antara dua yang
                                                gelap.

Pada bagian atas trigram memiliki prinsip kegelapan,
Pada bagian bawah memiliki prinsip cahaya.

Jadi dimanapun pria superior itu berada ia merasa tertindas dan di kekang oleh seorang laki-laki yang lebih rendah derajatnya.




Penghakiman

        PENINDASAN. Sukses. Ketekunan.
        Orang besar itu membawa keberuntungan.
        Tidak disalahkan.
        Ketika seseorang memiliki sesuatu untuk mengatakan;
               hal ini tak dapat dipercaya!.


Gambar

        Di danau itu tiada air:
        Suatu gambaran dari KELELAHAN.
        Manusia super ini mempertaruhkan hidupnya,
             di dalam  mengikuti kehendaknya.


Alur Baris

         Perubahan di awal berarti:
                Seseorang duduk tertindas di bawah pohon yang gundul
                Dan tersesat hingga ke sebuah lembah yang suram.
                Selama tiga tahun ia melihat tiada apapun.
               

         Perubahan sarana tempat kedua:
                Salah satunya adalah tertindas sementara pada daging dan minuman.
                Seorang pria dengan gerombolan lutut merah-nya itu (Pangeran Cina
                            kuno pada zaman dahulu) datang dengan begitu saja.
                Ini segera menjadi sesuatu hal  untuk menawarkan sebuah 
                            pengorbanan.
                Untuk menetapkan sesuatu sehingga seterusnya membawa kemalangan.
                Tidak disalahkan.


         Perubahan sarana tempat ketiga:
                Seorang pria mengizinkan dirinya untuk ditindas oleh batu,
                       dan bersandar pada duri dan onak.
                Ketika ia masuk ke rumah dan ia tidak melihat istrinya.
                Kemalangan.


        Perubahan sarana tempat keempat:
               Ia datang dengan diam-diam sangat perlahan, tertindas di kereta emas.
               Penghinaan, tetapi pada akhirnya tujuannya tercapai.


        Perubahan sarana tempat kelima:
               Hidung dan kakinya dipotong.
               Penindasan berada di tangan seorang pria dengan gerombolan lutut
                      ungu-nya  itu.
               Kegembiraan datang dengan lembut. .               
               Ini segera menjadi sesuatu hal  untuk membuat beberapa persembahan
                      dan pengorbanan.


         Perubahan di atas berarti:
               Ia ditindas oleh tanaman merayap-merambat.
               Ia bergerak dengan ragu-ragu dan berkata, "Gerakan membawa
                     penyesalan."
               Jika seseorang merasa menyesal atas hal ini dan membuat permulaan,
                     maka nasib baik akan datang.


.






PENJELASAN

47. KUN / Penindasan (kelelahan)

Nama           :  (kùn) / Hexagram 47
Nama Lain  :  K'un (47)
Kata kunci  :  Penindasan (kelelahan),  Terikat, Kusut
                       
                       
                      a). Trigram dalam :    ( kǎn) ngarai = () air
                      b). Trigram luar    :    ( duì) membuka = () rawa



Danau di bagian atas, air di bagian bawah; danau kosong, mengering.
Keletihan dinyatakan dalam cara lain:
                                          (1). Di atas, sebuah garis gelap menekan dua cahaya 
                                                di ngaris bawah,
                                          (2). Sebuah garis cahaya terjepit di antara dua yang
                                                gelap.

Pada bagian atas trigram memiliki prinsip kegelapan,
Pada bagian bawah memiliki prinsip cahaya.

Jadi dimanapun pria superior itu berada ia merasa tertindas dan di kekang oleh seorang laki-laki yang lebih rendah derajatnya.








Penghakiman

        PENINDASAN. Sukses. Ketekunan.
        Orang besar itu membawa keberuntungan.
        Tidak disalahkan.
        Ketika ia  memiliki sesuatu yang untuk dikatakan;
             maka mereka tidak mempercayainya?!.


Penjelasan:

Saat kesulitan adalah kebalikan dari saat yang sukses, tetapi mereka dapat menyebabkan sukses jika mereka menimpa orang yang tepat. Ketika orang kuat bertemu dengan kesulitan, ia tetap ceria meskipun semua bahaya menghadang dan keceriaan ini adalah sumber keberhasilan di kemudian; itu menandakan bahwa stabilitas yang lebih kuat dari sebuah keyakinan.
Untuk mereka yang membiarkan semangatnya dipatahkan oleh kelelahan tentu memiliki kecendrungan tidak berhasil. Tapi jika kesulitan ditikungan itu hanya disebabkan oleh seorang pria misalnya, maka ia kemudian menciptakan di dalam dirinya kekuatan untuk bereaksi terhadap keterikatan itu dalam waktu untuk menemukan dirinya tersebut. Tentunya tidak ada pria rendahan yang mampu dalam hal yang satu ini. Hanya pria yang berjiwa besar yang mampu membawa nasib baik dan tetap tidak bercacat.
Memang benar bahwa untuk sementara pengaruh luar ditolaknya, karena kata-katanya itu tidak memiliki efek. Oleh karena itu di dalam saat kesulitan, penting baginya adalah untuk menjadi kuat di dalam dan berhemat kata-kata.




Gambar

        Di danau itu tiada air:
        Suatu gambaran dari KELELAHAN.
        Manusia super ini mempertaruhkan hidupnya,
             di dalam  mengikuti kehendaknya.


Penjelasan:

Ketika air telah mengalir ke bawah maka danau harus mengering dan menjadi habis. Itulah nasib. Ini melambangkan nasib buruk dalam kehidupan manusia. Di saat seperti itu tidak ada seorang priapun yang dapat melakukan sesuatu untuk merubahnya akan tetapi hanya bisa  menyetujui nasibnya itu dan tetap jujur ​​pada dirinya sendiri. Ini menyangkut lapisan terdalam dari keberadaannya, untuk ini saja sudah bisa di katakan sudah lebih unggul dari semua pengaruh gerakan nasib eksternal tersebut.








Alur Baris


         Perubahan di awal berarti:
                Seseorang duduk tertindas di bawah pohon yang gundul
                Dan tersesat hingga ke sebuah lembah yang suram.
                Selama tiga tahun ia melihat tiada apapun.

               
Penjelasan:

Ketika kesulitan menimpa seorang pria, sangat penting di atas semuanya itu baginya untuk menjadi kuat dan untuk mengatasi masalah dari dalam hati. Jika ia lemah, masalah menguasai dirinya. Alih-alih melanjutkan perjalanannya, ia tetap duduk di bawah pohon gundul dan jatuh semakin dalam ke kegelapan dan melankolis. Hal ini membuat situasi hanya lebih dan lebih putus asa. Sikap berasal dari khayalan batin bahwa ia harus mengatasinya dengan segala cara.




         Perubahan sarana tempat kedua:
                Salah satunya adalah tertindas sementara pada daging dan minuman.
                Seorang pria dengan gerombolan lutut merah-nya itu (Pangeran Cina
                            kuno pada zaman dahulu) datang dengan begitu saja.
                Ini segera menjadi sesuatu hal  untuk menawarkan sebuah  
                            pengorbanan.
                Untuk menetapkan sesuatu sehingga seterusnya membawa kemalangan.
                Tidak disalahkan.


Ini menggambarkan keadaan penindasan batin. Secara eksternal, semua kelihatannya baik-baik saja, seseorang yang sedang melahap daging dan minuman. Tapi ia merasa tertindas oleh kehidupan yang sederhana itu, dan tampaknya tidak ada jalan keluar.
Kemudian bantuan datang dari tempat yang tinggi. Seorang pangeran dari kelompok kerajaan Cina kuno yang mengenakan lutut merah sedang mencari pembantu yang mampu menbantunya. Namun masih ada hambatan yang harus diatasi. Oleh karena itu, penting untuknya (pangeran itu) membuang penghalang yaitu dengan persembahan (kurban) dan doa.
Untuk menetapkan seseorang tanpa bersedia akan menjadi bencana (ini di kisahkan ketika: sang pangeran telah menetapkan sedangkan orang yang dituju enggan mengikuti), meskipun tidak salah secara moral. Situasi tidak menyenangkan ini harus diatasi dengan semangat kesabaran.


         Perubahan sarana tempat ketiga:
                Seorang pria mengizinkan dirinya untuk ditindas oleh batu,
                       dan bersandar pada duri dan onak.
                Ketika ia masuk ke rumah dan ia tidak melihat istrinya.
                Kemalangan.

                                                                                                    
Penjelasan:


Hal ini menunjukkan seorang pria yang gelisah dan ragu-ragu di saat kesulitan. Pada awalnya ia ingin mendorong ke depan, kemudian ia bertemu penghalang itu, memang benar, penindasan berarti hanya bila sembarangan ditangani.
Dia hentakan kepalanya ke dinding oleh karena merasa dirinya ditindas oleh dinding. Kemudian ia bersandar pada hal-hal yang ada dalam diri mereka yang tidak ada stabilitas dan yang hanya merupakan bahaya bagi orang yang bersandar pada mereka.
Kemudian dia berbalik kembali dengan ragu-ragu dan pensiun (beristirahat) ke rumahnya, hanya untuk menemukan sebagian dari kekecewaan segar bahwa istrinya tidak ada.
Orang Pintar mengatakan (berkomentar) tentang baris ini: Jika seorang pria memungkinkan dirinya untuk ditindas oleh sesuatu yang seharusnya tidak untuk menindas dirinya, namanya pasti akan dipermalukan. Jika ia bersandar pada hal-hal di mana seseorang tidak bisa bersandar, hidupnya pasti akan terancam. Baginya yang dipermalukan dan bahaya, saat ajal sudah dekat, bagaimana bisa ia kemudian masih melihat istrinya?”.




        Perubahan sarana tempat keempat:
               Ia datang dengan diam-diam sangat perlahan, tertindas di kereta emas.
               Penghinaan, tetapi pada akhirnya tujuannya tercapai.



Ada seseorang yang baik (dari kalangan kelas bawah) yang ingin sekali membantunya. Tapi bukannya ia melanjutkan dengan kecepatan dan energi mana yang mereka butuhkan, ia mulai dengan cara yang ragu-ragu dan terukur. Kemudian ia bertemu penghalang.
Kenalan kuat dan kaya menarik dia ke dalam lingkaran mereka, dia harus melakukan seperti yang mereka lakukan dan tidak dapat menarik diri dari mereka. Oleh karena itu ia menemukan dirinya di malu besar. Tapi masalah itu adalah fana/ tidak kekal. Kekuatan asli yang ada pada sifat dirirnya itu menutupi kesalahan yang telah ia buat, dan tujuan tercapai.



        Perubahan sarana tempat kelima:
               Hidung dan kakinya dipotong.
               Penindasan berada di tangan seorang pria dengan gerombolan lutut
                      ungu-nya  itu.
               Kegembiraan datang dengan lembut. .               
               Ini segera menjadi sesuatu hal  untuk membuat beberapa persembahan
                      dan pengorbanan.

                                  
Penjelasan :

Seorang individu yang memiliki kebaikan hati umat manusia sedang tertindas dari atas dan dari bawah (ini adalah arti dari kekalahan potong hidung).
Ia tidak menemukan bantuan antara orang-orang yang tugasnya adalah untuk membantu dalam pekerjaan penyelamatan (kelompok menteri yang memakai lutut ungu). Tapi sedikit demi sedikit, hal mengambil gilirannya untuk lebih baik. Sampai saat itu, ia harus berbalik kepada Alloh, teguh dalam ketenangan batin, dan berdoa dan mempersembahkan korban untuk kesejahteraan umum.



         Perubahan di atas berarti:
               Ia ditindas oleh tanaman merayap-merambat.
               Ia bergerak dengan ragu-ragu dan berkata, "Gerakan membawa
                     penyesalan."
               Jika seseorang merasa menyesal atas hal ini dan membuat permulaan,
                     maka nasib baik akan datang.


Seorang pria sedang tertindas oleh ikatan yang dapat dengan mudah rusak. Kesusahan ini mendekati akhir. Tapi ia masih ragu-ragu, ia masih dipengaruhi oleh kondisi sebelumnya dan kekhawatiran bahwa ia mungkin memiliki alasan untuk menyesal jika ia “membuat pergerakan”.
Tapi begitu ia menggenggam situasi (ketika nasib berubah 180 derajat), merubah sikap mental, dan membuat keputusan tegas, dia menjadi sang tuan penindas (sikapnya menjadi seperti sang Pangeran dan sang Menteri tersebut atau memeras sang Pangeran dan sang Menteri tersebut sebagai pembalasan terhadap perlakuan yang di terimanya) .











EXPLANATION

47. KUN :  / Oppression (exhaustion)

Name                 :  (kùn) / Hexagram 47
Another Name  :  K'un (47)
Keywords          : Oppression (exhaustion), Confining,  Entangled
                                                               
                    a).  inner (lower) trigram is  ( kǎn) gorge = () water
                    b).  outer (upper) trigram is ( duì) open = () swamp


The lake is above, water below; the lake is empty, dried up.
Exhaustion is expressed in yet another way:
              a).  at the top, a dark line is holding down two light lines below,
              b).  a light line is hemmed in between two dark ones.

The upper trigram belongs to the principle of darkness,
the lower to the principle of light.

Thus everywhere superior men are oppressed and held in restraint by inferior men.


The Judgement
                 OPPRESSION. Success. Perseverance.
                 The great man brings about good fortune.
                 No blame.
                 When one has something to say,
                 It is not believed.

Times of adversity are the reverse of times of success, but they can lead to success if they befall the right man. When a strong man meets with adversity, he remains cheerful despite all danger, and this cheerfulness is the source of later successes; it is that stability which is stronger than fate.
He who lets his spirit be broken by exhaustion certainly has no success. But if adversity only bends a man, it creates in him a power to react that is bound in time to manifest itself. No inferior man is capable of this. Only the great man brings about good fortune and remains blameless.
It is true that for the time being outward influence is denied him, because his words have no effect. Therefore in times of adversity it is important to be strong within and sparing of words.



The Image
               There is not water in the lake:
               The image of EXHAUSTION.
               Thus the superior man stakes his life
               On following his will.


When the water has flowed out below, the lake must dry up and become exhausted. That is fate. This symbolizes an adverse fate in human life. In such times there is nothing a man can do but acquiesce in his fate and remain true to himself. This concerns the deepest stratum of his being, for this alone is superior to all external fate.



The Lines

         Change at the beginning means:
               One sits oppressed under a bare tree
               And strays into a gloomy valley.
               For three years one sees nothing.

When adversity befalls a man, it is important above all things for him to be strong and to overcome the trouble inwardly. If he is weak, the trouble overwhelms him. Instead of proceeding on his way, he remains sitting under a bare tree and falls ever more deeply into gloom and melancholy. This makes the situation only more and more hopeless. Such an attitude comes from an inner delusion that he must by all means overcome.


         Change in the second place means:
               One is oppressed while at meat and drink.
               The man with the scarlet knee bands is just coming.
               It furthers one to offer sacrifice.
               To set forth brings misfortune.
               No blame.


This pictures a state of inner oppression. Externally, all is well, one has meat and drink. But one is exhausted by the commonplaces of life, and there seems to be no way of escape. Then help comes from a high place. A prince-in ancient China princes wore scarlet knee bands- is in search of able helpers. But there are still obstructions to be overcome. Therefore it is important to meet these obstructions in the visible realm by offerings and prayer. To set forth without being prepared would be disastrous, though not morally wrong. Here a disagreeable situation must be overcome by patience of spirit.


         Change in the third place means:
                A man permits himself to be oppressed by stone,
               And leans on thorns and thistles.
               He enters the house and does not see his wife.
               Misfortune.

This shows a man who is restless and indecisive in times of adversity. At first he wants to push ahead, then he encounters obstructions that, it is true, mean oppression only when recklessly dealt with. He butts his head against a wall and in consequence feels himself oppressed by the wall. Then he leans on things that have in themselves no stability and that are merely a hazard for him who leans on them.  Thereupon he turns back irresolutely and retires into his house, only to find, as a fresh disappointment, that his wife is not there.

The smart people (intellectual)  says about this line:
“If a man permits himself to be oppressed by something that ought not to oppress him, his name will certainly be disgraced. If he leans on things upon which one cannot lean, his life will certainly be endangered. For him who is in disgrace and danger, the hour of death draws near; how can he then still see his wife?”.


         Change in the fourth place means:
               He comes very quietly, oppressed in a golden carriage.
               Humiliation, but the end is reached.

A well-to-do man sees the need of the lower classes and would like very much to be of help. But instead of proceeding with speed and energy where their is need, he begins in a hesitant and measured way. Then he encounters obstructions. Powerful and wealthy acquaintances draw him into their circle; he has to do as they do and cannot withdraw from them. Hence he finds himself in great embarrassment. But the trouble is transitory. The original strength of his nature offsets the mistake he has made, and the goal is reached.


         Change in the fifth place means:
                His nose and feet are cut off.
               Oppression at the hands of the man with the purple knee bands.
               Joy comes softly.
               It furthers one to make offerings and libations.

An individual who has the good of mankind at heart is oppressed from above and below (this is the meaning of the cutting off of nose an defeat). He finds no help among the people whose duty it would be to aid in the work of rescue (ministers wore purple knee bands). But little by little, things take a turn for the better. Until that time, he should turn to God, firm in his inner composure, and pray and offer sacrifice for the general well-being.


         Change at the top means:
               He is oppressed by creeping vines.
               He moves uncertainly and says, "Movement brings remorse."
               If one feels remorse over this and makes a start,
               Good fortune comes.

A man is oppressed by bonds that can easily be broken.  The distress is drawing to an end. But he is still irresolute; he is still influenced by the previous condition and fears that he may have cause for regret if he makes a move. But as soon as he grasps the situation, changes this mental attitude, and makes a firm decision, he masters the oppression.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar